English Version | Bahasa Indonesia

Penghargaan

Selain memberikan gelar adat kebangsawanan kepada orang-orang di luar kerabat keraton yang dinilai berjasa, Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat juga menganugerahkan penghargaan kepada warga masyarakat sebagai bentuk apresiasi Kesultanan Ngayogyakarta Hadi­ningrat atas prestasi mereka di bidang masing-masing. Seorang ahli pembuat keris bernama Ki Empu Djeno Harum Brodjo, misalnya, pernah mendapat piagam penghargaan dari Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat atas prestasinya dalam melestarikan budaya bangsa melalui daya cipta dan kreasi keris serta membuat keris dengan keahlian dan cara-cara seper­ti empu zaman dahulu. Ki Empu Djeno Harum Brodjo juga telah membuat ratusan keris de­ngan berbagai jenis untuk memenuhi pesanan dari dalam dan luar negeri. Atas prestasinya itu, Ki Empu Djeno Harum Brodjo dinilai telah berjasa bagi pengembangan budaya nasional.

Pencetus wayang kancil, Ki Ledjar Soebroto, juga mendapat penghargaan dari Kesultan­an Ngayogyakarta Hadiningrat atas dedikasinya dalam memperjuangkan warisan kearifan lokal melalui kesenian wayang kancil. Ki Ledjar Soebroto dinilai mampu menerjemahkan kearifan lokal Yogyakarta dalam berkesenian. Penyerahan penghargaan kepada Ki Ledjar Soebroto diberikan langsung oleh Sultan Hamengku Buwono X pada tanggal 15 Juni 2010 di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta. Selain Ki Empu Djeno Harum Brodjo dan Ki Ledjar Soebroto, terdapat tokoh-tokoh lain yang juga memperoleh anugerah dari Kesultanan Ngayog­yakarta Hadiningrat, di antaranya adalah Dr. Baekuni Wahyudi dan Mahyudin Al Mudra SH, MM (dari Yogya Semesta), dalang muda Ki Ananta Wicaksana, Dr Harnowati (Kepala Balai Lingkungan Hidup DIY), Prof. Wuryadi Sutomo (Ketua Dewan Pendidikan DIY), Prof. Suwarsih Madya (Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY), dan sejumlah tokoh berprestasi lainnya.



Dibaca : 2716 kali
« Kembali ke Gelar Kerajaan / Kesultanan

Share

Form Komentar