English Version | Bahasa Indonesia

GKR Bendara dan KPH Yudanegara Pamitan

19 Oktober 2011 16:17


Sembah sungkem GKR Bendara kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X

Yogyakarta, KerajaanNusantara.ComProsesi terakhir dari Pernikahan Agung GKR Bendara dengan KPH Yudanegara adalah pamitan. Prosesi ini digelar mulai dari Bangsal Kasatriyan hingga Gedong Jene pada (19/10).

Pada awal prosesi, GKR Bendara berjalan menjemput KPH Yudanegara di Bangsal Kasatriyan. Di Bangsal Kasatriyan telah menunggu KPH Yudanegara, orangtua dari pengantin pria, serta beberapa kerabat Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, antara lain GBPH Prabukusuma.

Rombongan GKR Bendara dan KPH Yudanegara kemudian berjalan menuju Gedong Jene melewati emper Bangsal Kencono. Di Gedong Jene, rombongan ini telah ditunggu oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Hemas, dan keempat putri mereka, yaitu: GKR Pembayun, GKR Condrokirono, GKR Maduretno, dan GRAj NurabraJuwita.

Acara pertama dalam prosesi pamitan adalah nasehat dari Sri Sultan HB X kepada GKR Bandara dan KPH Yudanegara dalam berumah tangga. Sri Sultan memberikan nasehat mulai dari cara meredam ego masing-masing hingga masukan untuk tetap menjaga kewibawaan dan harga diri, sebagaimana disampaikan, “Jika kita kehilangan nyawa, maka pada dasarnya kita kehilangan sebagian. Tapi jika kita kehilangan kehormatan, maka sebenarnya kita telah kehilangan segalanya. Oleh karena itu, saya berpesan, jagalah baik-baik kehormatan itu, baik kehormatan rumah tangga kalian, maupun kehormatan keluarga masing-masing.”

Usai Sri Sultan menyampaikan nasehat kepada pasangan suami-istri ini, tiba waktunya bagi keluarga pihak pria yang diwakili oleh Tursansi Alwi untuk memberikan nasehat. Tursansi Alwi atas nama keluarga menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas semua kerjasama dari berbagai pihak yang mendukung terlaksananya pernikahan agung ini. Selain itu juga meminta maaf apabila telah melakukan berbagai kesalahan terkait dengan adat karena memang belum punya pengalaman sama sekali. Sedangkan bagi GKR Bendara dan KPH Yudanegara, perwakilan dari pihak pria ini mengucapkan selamat berbahagia dan selamat menempuh hidup baru.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sungkeman. GKR Bendara melakukan sungkem terlebih dahulu, kemudian disusul oleh KPH Yudanegara. Sungkeman pertama dilakukan kepada Sri Sultan HB X, kemudian GKR Hemas. Usai sungkem terhadap Sultan dan Permaisuri Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut, sungkeman dilanjutkan kepada kedua orangtua KPH Yudanegara. Prosesi pamitan diakhiri dengan ramah tamah antarkedua keluarga

Pamitan merupakan prosesi terakhir yang dijalani oleh GKR Bendara dan KPH Yudanegara selama pernikahan agung mulai 16-19 Oktober 2011. Dalam prosesi pamitan, KPH Yudanegara meminta izin kepada Sultan HB X dan GKR Hemas untuk membawa istrinya, GKR Bendara ke Jakarta di mana selama ini KPH Yudanegara bekerja. Selain itu, pamitan  juga merupakan wujud sembah bakti dan permohonan doa restu kedua pasangan kepada kedua orangtua dari masing-masing pihak. 

Tunggul Tauladan/14/10-2011

Sumber Foto: koleksi www.kerajaannusantara.com


Dibaca : 1719 kali
« Beranda kerajaan

Share

Form Komentar