English Version | Bahasa Indonesia

Panggih, Tompo Koyo, dan Dhahar Klimah

18 Oktober 2011 15:33


GKR Bendara dan KPH Yudanegara sedang melangsungkan prosesi tompo koyo

Yogyakarta, KerajaanNusantara.Com - Prosesi pingitan bagi kedua pengantin telah usai setelah pagi tadi pengantin pria, KPH Yudanegara menjalankan akad nikah di Masjid Panepen. Pasangan Pernikahan Agung Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, GKR Bendara dan KPH Yudanegara kini telah resmi sebagai suami istri.

Simbol telah usainya pingitan diwujudkan dengan prosesi panggih, yaitu bertemunya GKR Bendara dengan KPH Yudanegara. Prosesi panggih dihelat di Bangsal Kencono pada (18/10), sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam prosesi panggih, KPH Yudanegara berbusana basahan dan bersiap menunggu jemputan di Bangsal Kasatriyan. Sementara itu, GKR Bendara yang berada di Bangsal Sekar Kedathon juga telah bersiap sambil menunggu datangnya jemputan dari pihak pengantin pria yang disimbolkan dengan pisang sanggan.

Sri Sultan HB X hadir di Bangsal Kencono dengan diiringi gendhing Prabu Mataram dan Rajamanggala. Sri Sultan kemudian memeriksa segala kesiapan dalam prosesi panggih. Ketika Sri Sultan merasa bahwa semua persiapan telah memadai, beliau kemudian mengutus GBPH Prabukusuma dan GBPH Cakraningrat untuk menjemput KPH Yudanegara.

Bersama dengan GBPH Prabukusuma dan GBPH Cakraningrat,  KPH Yudanegara berjalan keluar dari Bangsal Kasatriyan. Iring-iringan rombongan pengantin pria terdiri dari: GBRAy Murdokusumo memimpin abdi dalem Keparak membawa pisang sanggan dan kembar mayang, disusul di belakangnya adalah GBPH Prabukusuma dan GBPH Cakraningrat, abdi dalem edan-edanan, KPH Yudanegara yang didampingi GBPH Suryadiningrat dan GBPH Suryametaraman, dan terakhir adalah orang tua pengantin pria.

Pada saat pengantin pria berjalan dari Bangsal Kasatriyan menuju Bangsal Kencono, rombongan GKR Bendara juga berjalan dari Bangsal Sekar Kedathon menuju Bangsal Kencono. Iring-iringan rombongan pengantin wanita terdiri dari: abdi dalem Keparak membawa kembar mayang , GKR Pembayun, patah (dua anak putri yang membawa kipas), GKR Bendara yang didampingi oleh BRAy Suryadiningrat dan BRAy Suryametaraman.

Ketika kedua rombongan telah bertemu di Bangsal Kencono, maka dimulailah prosesi panggih yang diawali dengan bertemunya kedua pasang kembar mayang , dilanjutkan dengan saling lembar gantal (daun sirih) antardua pengantin. Usai lempar gantal, GKR Bendara mencuci kaki KPH Yudanegara sebagai ujud penghormatan. Prosesi terakhir dari panggih adalah pondhongan di mana  KPH Yudanegara menggendong GKR Bendara menuju pelaminan untuk menerima ucapan selamat dari para tamu undangan.

Dalam acara ini, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono beserta Wapres Budiono juga hadir. Selain itu beberapa mentri dan ketua DPR juga terlihat member ucapan selamat. Di antara tamu undangan juga terlihat beberapa raja di nusantara, di antaranya Raja Muda Kesultanan Banjar Khairul Saleh yang didampingi Pemangku BKPBM, Datuk Cendekia Hikmatullah Mahyudin Al Mudra SH,. MM., Raja Kesultanan Siak, dan Raja Kasunanan Cirebon.

Usai prosesi panggih, kedua mempelai kemudian berjalan menuju Bangsal Purworukmi (kompleks Bangsal Kasatriyan) untuk melakukan prosesi tompo koyo dan dhahar klimah. Dalam prosesi tompo koyo, KPH  Yudanegara memberikan “koyo” (uang dan biji-bijian) kepada GKR Bendara sebagai simbol kesiapan KPH Yudanegara untuk menghidupi GKR Bendara selaku kepala rumah tangga. Selesai melakukan prosesi tompo koyo, kedua mempelai diarahkan oleh GKR Pembayun menuju gadri Kasatriyan untuk melangsungkan prosesi dhahar klimah.  

Tunggul Tauladan/11/10-2011

Sumber Foto: Koleksi Media Centre Pernikahan Agung GKR Bendara dengan KPH Yudanegara


Dibaca : 1785 kali
« Beranda kerajaan

Share

Form Komentar