English Version | Bahasa Indonesia

KPH Yudanegara Resmi Jadi Suami GKR Bendara

18 Oktober 2011 09:27


Yogyakarta, KerajaanNusantara.Com - Acara inti Pernikahan Agung Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat antara KPH Yudanegara dengan GKR Bendara digelar pagi ini (18/10). Inti dari seluruh prosesi yang digelar sejak (16/10) tersebut adalah prosesi  ijab qobul. Prosesi ijab qobul dihelat di Masjid Penepen yang terletak di dalam Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. 

Prosesi yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB ini diawali oleh kedatangan Sultan Hamengkubuwono X dari kediaman beliau di Keraton Kilen ke Masjid Penepen. Sesampainya di Masjid Panepen, Sultan kemudian memerintahkan kepada GBPH Prabukusumo dan GBPH Cakraningrat untuk memanggil rombongan pengantin pria, yang terdiri dari KRP Dipodiningrat, GBPH Hadiwinoto, dan KPH Yudanegara.

Pada saat yang bersamaan, rombongan pengantin pria yang telah berada di Bangsal Kasatriyan berjalan menuju Bangsal Srimanganti. Di tempat inilah, rombongan penjemput yang terdiri dari GBPH Prabukusumo dan GBPH Cakraningrat bertemu dengan rombongan pengantin pria yang kemudian bersama-sama menuju Masjid Penepen.

Setelah rombongan sampai di Masjid Penepen, Sri Sultan kemudian memberikan perintah kepada KRP Dipodiningrat untuk memulai prosesi ijab qobul. Pada inti acara ini, Sri Sultan HB X melakukan akad nikah kepada KHP Yudanegara. Dalam bahasa Jawa Bagongan, Sri Sultan X berkata: “Abdi ningsun, Kangjeng Pangeran Haryo Yudanegara, SE., M.Si. Dino iki, ingsun daupake siro kalayan putriningsun Putri Gusti Kangjeng Bendara, BA., kanthi mas kawin Kitab Suci Al Qur'an, perangkat sholat, sarto rajokoyo iki.” (Anakku, Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara, SE., M.Si. Hari ini, saya nikahkan kamu dengan anak saya, Putri Gusti Kanjeng Bendara, BA., dengan mas kawin Kitab Suci Al Qur'an, seperangkat alat sholat, dan uang ini [jumlah uang tidak disebutkan-red.]).

KPH Yudanegara kemudian menjawab, “Kulo, abdi dalem, Kangjeng Pangeran Haryo Yudanegara, SE., MSi. Dinten meniko ngestoaken dhawuh timbalan dalem kadhaupaken kalayan putro dalem, Putri Gusti Kangjeng Bendara, BA., kanthi mas kawin  Kitab Suci Al Qur'an, perangkat sholat, sarto rajokoyo puniko. Salajengipun nyadong berkah pangestu dalem. Sembah nuwun” (Saya, Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara, SE., MSi. Hari ini menyanggupi titah Paduka Sri Sultan HB X untuk menikah dengan Putri Gusti Kangjeng Bendara, BA., dengan mas kawin Kitab Suci Al Qur'an, seperangkat alat sholat, dan uang tersebut. Selanjutnya, saya memohon berkah dan doa restu.“

Selesai menjawab akad nikah dan dinyatakan sah oleh para saksi, prosesi ijab qobul ini dilanjutkan dengan doa nikah dan diteruskan penandatanganan akta nikah oleh KPH Yudanegara dan para saksi. Pelaksana penandatanganan akta ini adalah para petugas dari KUA Kecamatan Keraton.

Ketika akta pernikahan telah selesai ditandatangani, Sri Sultan HB X kemudian memerintahkan kepada KGPH Hadiwinoto untuk mendampingi rombongan pengantin pria kembali ke Bangsal Kasatriyan. Kini, KPH Yudanegara telah resmi menjadi suami GKR Bendara dan telah masuk sebagai salah satu anggota keluarga besar Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Prosesi berikutnya setelah ijab qabul adalah panggih, tompo koyo, dan dhahar klimah. Pada sore hari nanti akan dihelat prosesi Kirab Agung (mengarak pengantin menggunakan kereta kuda) dari Keraton menuju ke Kepatihan, tempat digelarnya resepsi pernikahan.

Tunggul Tauladan/10/10-2011

Sumber Foto: koleksi Media Centre Pernikahan Agung GKR Bendara dengan KPH Yudanegara


Dibaca : 1293 kali
« Beranda kerajaan

Share

Form Komentar