English Version | Bahasa Indonesia

Koleksi Lain

Enceh atau Padasan

Enceh atau padasan merupakan gentong dengan ukuran besar yang ditempatkan di Makam Raja-raja di Imogiri (Pajimatan Girirejo Imogiri). Terdapat empat buah enceh yang merupakan hadiah dari negara sahabat Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Keempat enceh tersebut adalah: Nyai Siyem (dari Siam), Kyai Mendung (dari Rum/Turki), Kyai Danumaya (dari Aceh), Nyai Danumurti (dari Palembang). Setiap setahun sekali hari pada hari Selasa Kliwon atau Jum’at Kliwon yang pertama di bulan Suro diadakan upacara menguras air di dalam enceh dan mengganti dengan air yang baru. Sebagian masyarakat percaya bahwa air yang berada di dalam enceh mengandung tuah yang berkhasiat untuk mengobati penyakit, menolak bala, hingga meraih kesuksesan.

Pelana Kuda

Terdapat sebuah pelana kuda di Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang dianggap pusaka. Pelana kuda ini dinamakan Kanjeng Kyai Cekathak. Kanjeng Kyai Cekathak merupakan pelana dari seekor kuda yang bernama Kyai Dhurmasari. Kuda ini berwarna putih dan menjadi salah satu kuda kesayangan Sultan Hamengku Buwono I. Pelana kuda ini dihiasi dengan kuningan, perak, dan emas yang bertatahkan berlian. Bila Kanjeng Kyai Cekathak diikutsertakan dalam suatu upacara, maka akan dipasang pada punggung kuda, namun tidak ada penunggangnya.

Wayang Kulit

Beberapa wayang kulit yang merupakan koleksi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dapat dikategorikan sebagai benda-benda pusaka. Koleksi benda pusaka yang berupa wayang kulit yang dimiliki oleh Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dalam kondisi baik meskipun telah berusia puluhan bahkan ratusan tahun. Beberapa wayang kulit tersebut, antara lain:

1. Kanjeng Kyai Jayaningrum (perwujudan dari tokoh Janaka atau Arjuna).

2. Kanjeng Kyai Jimat (perwujudan dari tokoh Puntadewa atau Yudhistira).

3. Kanjeng Kyai Batara Tumurun (perwujudan dari tokoh Batara Guru).

4. Kanjeng Kyai Gendreh (perwujudan dari tokoh Kresna).

5. Kanjeng Kyai Bayukusuma (perwujudan dari tokoh Werkudara atau Bima).

6. Turangga (perwujudan dari kuda tunggangan Sultan Agung Hanyokrokusumo).



Dibaca : 2690 kali
« Kembali ke Koleksi

Share

Form Komentar

alffian walukow 23 Nopember 2011 07:41

Adakah data atau arsip yg memberikan gambaran tentang hubungan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan kerajaan-kerajaan di kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara?