English Version | Bahasa Indonesia

Kendaraan

Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki beberapa kereta kuda yang kini disim­pan di Museum Kereta Rotowijayan. Sebelum berfungsi sebagai museum, tempat ini merupakan garasi dan bengkel kereta keraton, sedangkan bangunan di sekelilingnya dahulu adalah gedhogan atau istal. Hingga kini terdapat 20 kereta kuda yang menjadi koleksi Museum Kereta Rotowijayan, antara lain:

1. Kanjeng Nyai Jimat

Merupakan kereta kuda tertua yang dimiliki oleh Kesultanan Ngayogyakarta Hadi­ningrat. Kereta Kanjeng Nyai Jimat dibuat di Belanda sebagai hadiah dari Gubernur Jenderal Jacob Mossel kepada Sultan Hamengku Buwono I. Kereta ini digunakan­ pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I hingga III. Apabila digunakan­ dibutuhkan 4 hingga 8 ekor kuda yang berwarna sama untuk menarik kereta ini. Kereta ini berfungsi untuk menjemput tamu atau menghadiri upacara Garebeg. Kereta ini dinamai “nyai” karena dibawah pijakan kaki kusir terdapat patung wanita.­ Pada bagian belakang kereta terdapat tempat untuk penongsong, yaitu petugas pembawa payung Kerajaan.

2. Kereta Kanjeng Kyai Garudayaksa

Kereta Kanjeng Kyai Garudayaksa merupakan kereta kebesaran dari para Sultan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sejak masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VI hingga sekarang. Kereta ini dibuat di pabrik pembuat kereta Hermansen Co. di Belanda pada tahun 1867. Kereta ini hanya dipakai oleh Sultan untuk kirab, pergi ke kediaman Gubernur untuk merayakan ulang tahun Ratu Belanda, atau menyambut tamu agung. Kereta yang ditarik oleh delapan ekor kuda ini memiliki ba­nyak­ ornamen, misalnya bentuk mahkota gaya Eropa, patung binatang mitos, dan tumbuhan. Selain tempat untuk penongsong, juga dilengkapi dengan empat buah lampu.

3. Kereta Kyai Manik Retno

Kereta Kyai Manik Retno merupakan salah satu tipe kereta kuda dengan atap terbuka. Kereta ini dipakai oleh para Sultan untuk berpesiar. Kereta ini memiliki dua tempat duduk, satu tempat untuk Sultan yang sekaligus berfungsi sebagai kusir, sedangkan tempat lainnya untuk penongsong. Kereta ini dibuat di Belanda pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono IV.

4. Kereta Kyai Wimono Putro

Kereta Kyai Wimono Putro dibuat oleh pabrik Barendse di Semarang pada masa pemerintahan Hamengku Buwono VI. Kereta ini ditarik oleh enam ekor kuda dan dihiasi dengan empat lampu kristal. Pada zaman dulu, kereta ini dipakai sebagai kendaraan Putra Mahkota untuk menghadiri upacara resmi Kerajaan.

5. Kereta Kyai Jongwiyat

Kereta Kyai Jongwiyat pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VII. Kereta yang dibuat oleh pabrik kereta M.L. Hermansen Co. di Den Haag, Belanda, pada tahun 1880 ini merupakan kereta kuda dengan tipe atap terbuka, beroda empat dan ditarik oleh empat ekor kuda. Kereta ini dahulu berfungsi sebagai kendaraan komandan prajurit.

6. Kereta Kyai Rata Pralaya

Kereta Kyai Rata Pralaya merupakan kereta jenazah bagi para Sultan maupun putra-putrinya yang dibuat di Rotowijayan, Yogyakarta, pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII pada tahun 1938. Apabila membawa jenazah Sultan, kereta kuda bercat putih ini ditarik oleh delapan kuda, sedangkan bila untuk membawa jenazah putra atau putri Sultan ditarik oleh empat ekor kuda.

7. Kereta Kyai Jatayu

Kereta Kyai Jatayu merupakan kereta kuda yang dulu berfungsi sebagai kendaraan Putra Mahkota untuk menghadiri acara nonformal. Kereta yang ditarik oleh empat ekor kuda ini dibuat di Rotowijayan, Yogyakarta pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII pada tahun 1880.

Selain kereta kuda, Sultan Hamengku Buwono X juga memiliki beberapa mobil, antara lain:

1. Mercedes-Benz Avantgarde

Mobil berwarna hitam ini merupakan kendaraan favorit bagi Sultan. Sultan sering bepergian dengan mobil ini tanpa menggunakan sopir pribadi.

2. Mercedes-Benz ML-Serie

3. Toyota Alphard

Mobil berwana hitam ini mempunyai Nomor Polisi AB 10 HB yang menunjukkan bahwa inilah mobil untuk Sultan Hamengku Buwono (HB) X (10).

4. Sedan Crown

Mobil produksi tahun 1991 ini merupakan kendaraan dinas pertama untuk Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Mobil ini merupakan peninggalan dari era Paku Alam VIII. Sedan Crown dipakai seba­gai kendaraan dinas oleh Sultan Hamengku Buwono X dari tahun 1999-2002.

5. Toyota (Sedan) Camry

Mobil dengan Nomor Polisi AB 1 ini merupakan kendaraan dinas bagi Sultan. Angka 1 menunjukan bahwa Sultan Hamengku Buwono X merupakan orang nomor 1 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.



Dibaca : 4689 kali
« Kembali ke Koleksi

Share

Form Komentar

maulana 22 Mei 2012 18:29

Maaf,kenapa tidak ditampilkan foto-fotonya?

Balasan

Admin KerajaanNusantara.com 22 Mei 2012 18:29

Silakan klik di galeri foto.