English Version | Bahasa Indonesia

Silsilah Raja-raja

Susunan raja-raja yang pernah bertahta di Kasunanan Surakarta Hadiningrat dimulai dari Sri Susuhunan Pakubuwono II (1745-1749) sebagai pendiri kerajaan ini. Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan kelanjutan dari kerajaan yang didirikan sebelumnya, yakni Kasunanan Kartasura Hadiningrat yang berturut-turut dipimpin oleh Amangkurat II (1680-1702) sebagai pendirinya, Amangkurat III (1702-1705), Sri Susuhunan Pakubuwono I (1705-1719), Amangkurat IV (1719-1726), dan Sri Susuhunan Pakubuwono II (1726-1742) sebagai raja terakhir Kasunanan Kartasura Hadiningrat yang kemudian memindahkan pusat kerajaan ke Solo sekaligus sebagai tanda bahwa Kasunanan Surakarta Hadiningrat resmi didirikan. Berikut ini adalah susunan raja-raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat:

  1. Sri Susuhunan Pakubuwono II (1745-1749), bernama asli Raden Mas Prabasuyasa, lahir pada tanggal 8 Desember 1711, naik tahta pada tanggal 15 Agustus 1726, dan wafat pada tanggal 20 Desember 1749. Beliau adalah raja Kasunanan Kartasura Hadiningrat terakhir yang kemudian memindahkan pusat kerajaan dari Kartasura ke Solo dan mendirikan Kasunanan Surakarta Hadiningrat sejak tahun 1745.
  2. Sri Susuhunan Pakubuwono III (1749-1788), bernama asli Raden Mas Suryadi, lahir di Kartasura pada tahun 1732, dinobatkan menjadi raja pada tanggal 15 Desember 1749, dan meninggal dunia pada tanggal 26 September 1788. Beliau adalah raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat pertama yang diangkat oleh Belanda.
  3. Sri Susuhunan Pakubuwono IV (1788-1820), bernama asli Raden Mas Subadya dan mendapat julukan Sunan Bagus karena wajah beliau yang rupawan ketika dinobatkan menjadi raja dalam usia muda. Beliau dilahirkan pada tanggal 2 September 1768, naik tahta pada tanggal 29 September 1788, dan wafat pada tanggal 2 Oktober 1820. Beliau dikenal piawai dalam bidang sastra, terutama yang bersifat rohani. Salah satu karya sastra beliau adalah Serat Wulangreh.
  4. Sri Susuhunan Pakubuwono V (1820-1823), bernama asli Raden Mas Sugandi dan mendapat panggilan dengan nama Sunan Sugih karena kekayaan lahir dan batin yang beliau miliki. Beliau lahir pada tahun 1785, naik tahta pada tanggal 10 Februari 1820, dan meninggal dunia pada tanggal 5 September 1823. Seperti ayahandanya, beliau juga dikenal sebagai sastrawan dan seniman, salah satu karya sastra ciptaan beliau yang paling terkenal adalah Serat Centhini.
  5. Sri Susuhunan Pakubuwono VI (1823-1830), bernama asli Raden Mas Sapardan, dikenal juga dengan sebutan Sinuhun Bangun Tapa karena beliau sering melakukan meditasi atau tapa brata. Beliau lahir di Surakarta pada tanggal 26 April 1807, naik tahta pada tanggal 15 September 1823, dan wafat di Ambon pada tanggal 2 Juni 1849. Oleh pemerintah Republik Indonesia, Sri Susuhunan Pakubuwono VI ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
  6. Sri Susuhunan Pakubuwono VII (1830-1858), bernama asli Raden Mas Malikis Solikin, lahir pada tanggal 28 Juli 1796, naik tahta pada tanggal 14 Juni 1830 menggantikan keponakannya, Pakubuwono VI yang dibuang ke Ambon oleh Belanda, dan wafat pada tanggal 28 Juli 1858.
  7. Sri Susuhunan Pakubuwono VIII (1859-1861), bernama asli Raden Mas Kusen, lahir pada tanggal 20 April 1789, naik tahta pada tanggal 17 Agustus 1858 dalam usia 69 tahun untuk menggantikan saudara tirinya (saudara sebapak namun lain ibu) yaitu Pakubuwono VII, dan meninggal dunia pada tanggal 28 Desember 1861.
  8. Sri Susuhunan Pakubuwono IX (1861-1893), bernama asli Raden Mas Duksino, lahir pada tanggal 22 Desember 1830, ditabalkan sebagai Raja Surakarta pada tanggal 30 Desember 1861, dan wafat pada tanggal 16 Maret 1893. Pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono IX inilah yang oleh pujangga besar Ranggawarsita disebut sebagai zaman edan.
  9. Sri Susuhunan Pakubuwono X (1893-1939), bernama asli Raden Mas Malikul Kusno, lahir pada tanggal 29 November 1866, naik tahta pada tanggal 30 Maret 1893, dan wafat pada tanggal 1 Februari 1939. Beliau adalah sosok yang nasionalis dan sangat mendukung pergerakan nasional dengan ikut serta aktif dalam organisasi pergerakan, yaitu Sarekat Islam cabang Solo. Oleh rakyat Surakarta di masa beliau memerintah, Sri Susuhunan Pakubuwono X mendapat gelar kehormatan sebagai Sunan Panutup, atau Raja Besar Surakarta yang terakhir.
  10. Sri Susuhunan Pakubuwono XI (1939-1944), bernama asli Raden Mas Antasena, lahir pada tanggal 1 Februari 1886, dinobatkan sebagai Raja Surakarta pada tanggal 26 April 1939, dan meninggal dunia pada tahun 1945, beberapa bulan sebelum Indonesia merdeka. Masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono XI berlangsung ketika Perang Dunia II meletus, dan era kepemimpinan beliau mengalami pergantian pemerintahan kolonial, dari Hindia Belanda kepada tentara pendudukan Jepang sejak tahun 1942.
  11. Sri Susuhunan Pakubuwono XII (1945-2004), bernama asli Raden Mas Suryaguritna, dilahirkan pada tanggal 14 April 1925, naik tahta pada tanggal 11 Juni 1945, dan wafat pada tanggal 11 Juni 2004. Pada pemerintahan beliau, Indonesia menyatakan kemerdekaannya sebagai negara yang berdaulat. Sri Susuhunan Pakubuwono XII adalah raja terlama yang pernah memimpin Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yaitu selama 59 tahun, dari tahun 1945 sampai dengan tahun 2004.

 

Dibaca : 7213 kali
« Kembali ke Sejarah Kerajaan / Kesultanan

Share

Form Komentar

bagyo suwasono 17 Oktober 2011 22:32

Membaca artikel ini hanya sampai tahun 2004, kalau saat ini siapa raja Solo ?

Prajitnno 27 Nopember 2012 10:12

Salam.....Mohon info putra putri dari PB-X. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

Pungky Hoesni 04 Desember 2012 20:10

sugeng rahayu, permisi nama saya pungky hoesni, saya berniat menanyakan mengenai "Kanjeng Sultan Hambanguntopo Ngadjogjakarta" apakah kira2 mengetahui gerangan siapa yg dimaksud tsb ? apakah ada data mengenai putro wayah dari PB VI termasuk yg dari selir2nya ? tujuan sy adalah utk mencocokan dg data sorosilah yg dibuat oleh suwargi eyang saya atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan banyak terimakasih salam hormat, pungky hoesni