English Version | Bahasa Indonesia

Gelar Kanjeng Pangeran Aryo untuk Gubernur Sulawesi Utara

20 Juni 2011 13:47


Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Dr. Sinyo Harry Sarundajang

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Sinyo Harry Sarundajang menerima gelar kebangsawanan Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Bertempat di Sasono Purnomo, Badran, Surakarta, Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIII Tedjowoelan pada (16/6) memberikan gelar Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) kepada Dr. Sinyo Harry Sarundajang. Status kebangsawanan yang kini disandang oleh Sinyo Harry Sarundajang ini menegaskan bahwa Sinyo Harry Sarundajang kini merupakan kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Pemberian gelar bagi Sinyo Harry Sarundajang bertepatan dengan acara Tingalan Dalem Jumenengan VII PB XIII Tedjowoelan atau peringatan naik tahta Sunan Surakarta Hadiningrat. Dalam kesempatan ini, sebanyak 645 orang diberikan gelar kebangsawanan oleh Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Namun dari jumlah tersebut, hanya 30 orang yang dilantik secara langsung oleh SISKS Paku Buwono XIII Tedjowoelan. Selain Sinyo Harry Sarundajang, gelar kebangsawanan juga diberikan kepada Puteri Indonesia 2010, Nadine Alexandra Dewi Ames dan Puteri Indonesia Lingkungan 2010, Reisa Kartikasari.   

Rangkaian acara pemberian gelar kepada Sinyo Harry Sarundajang dimulai dengan arak-arakan keliling Kota Surakarta menggunakan kereta kencana yang dikawal pasukan Keraton Surakarta Hadiningrat. Rute arak-arakan berakhir di Keraton Surakarta Hadiningrat. Di tempat ini, Sinyo Harry Sarundajang disambut oleh pihak keluarga keraton dan dipersilakan menuju Sitihinggil (tempat pelantikan para Raja Surakarta Hadiningrat).

Di tempat ini dimulai upacara penganugerahan gelar KPA kepada Sinyo Harry Sarundajang. Acara ini diiringi alunan Gendhing Tumadhah yang dilantunkan oleh pradangga dan sinden yang berasal dari keluarga Keraton Surakarta Hadiningrat. Anugerah KPA diberikan oleh SISKS Paku Buwono XIII Tedjowoelan yang diwujudkan dengan penyerahan kekancingan; curiga (keris) Blarak Sinurut sebagai lambang derajat, pangkat, dan kewibawaan; samir; songsong agung (payung) sebagai lambang pengayoman; tumbak (tombak) sebagai lambang kebijaksanaan; dan teken (tongkat) sebagai lambang tuntunan dan teladan.      

Pemberian gelar KPA ini didasari atas penilaian dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat bahwa Sinyo Harry Sarundajang telah berperan besar dalam mengembangkan kebudayaan dan adat istiadat Jawa di Sulawesi Utara. Selain itu, pihak Kasunanan Surakarta juga menilai bahwa Gubernur Sulut ini berperan dalam mengembangkan pembangunan, baik pembangunan fisik maupun mental spiritual masyarakat. Hal ini selaras dengan tujuan yang telah digariskan oleh Kasultanan Surakarta Hadiningrat sejak tahun 1984, yaitu memberikan penghargaan kepada tokoh masyarakat yang dinilai telah berjasa dalam mengembangkan dan melestarikan budaya serta adat istiadat.

(Tunggul Tauladan/08/06-2011)

Sumber foto: http://manado.tribunnews.com/


Dibaca : 1857 kali
« Beranda kerajaan

Share

Form Komentar