English Version | Bahasa Indonesia

Pangeran Nayef, Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi

29 Oktober 2011 10:44



Pangeran Nayef, Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi

Pangeran Nayef bin Abdulaziz al-Saud resmi diangkat menjadi Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi setelah kakaknya, Pangeran Sultan bin Abdul Aziz wafat karena sakit kanker usus di New York dan dimakamkan pada Selasa (25/10) di Arab Saudi. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Raja Arab Saudi Abdullah di depan televisi pada Jum'at (28/10).

Pernyataan Raja Abdullah dipublikasikan ke khalayak setelah Raja menginformasikan kepada Dewan Kesetiaan untuk melakukan suksesi di Kerajaan Arab Saudi. Dewan Kesetiaan merupakan badan keluarga yang dibentuk pada 2006. Inilah untuk pertama kali Dewan Kesetiaan diminta untuk menginformasikan pilihan Raja sehubungan dengan pengangkatan Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi.   

Dalam urutan pewaris tahta Kerajaan Arab Saudi, pihak yang berhak untuk menjadi Raja adalah yang berasal dari keturunan Raja Abdulaziz al-Saud. Dalam hal ini, setelah Raja Abdullah meletakkan jabatan, maka berturut-turut penggantinya adalah Pangeran Sultan, kemudian Pangeran Nayef, dan terakhir Pangeran Salman yang kini menjadi Gubernur Riyadh.

Pangeran Nayef merupakan Menteri Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi yang memegang jabatan sejak 1975. Selama kurun waktu tersebut, beliau dianggap cukup sukses dalam menghalangi gelombang serangan Al Qaeda sejak 2003. Selain itu, sebagai menteri dalam negeri, Pangeran Nayef juga beberapa kali tampak menggantikan posisi kakak dan ayahnya apabila kedua petinggi Kerajaan Arab Saudi ini berhalangan.

Sosok Pengeran Nayef dikenal sebagai pria yang konservatif sehubungan dengan kedekatannya pada lembaga religius di negeri Petro Dollar tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, banyak kalangan yang menilai bahwa Pangeran Nayef kurang reformis jika dibandingkan dengan Raja Abdullah.

Setelah menjabat sebagai Putera Mahkota sekaligus Menteri Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi, maka muncul pertanyaan seputar pengganti Menteri Pertahanan dan Penerbangan Saudi yang selama lima dekade dijabat oleh Pangeran Sultan yang baru saja wafat. Jabatan strategis semacam Menteri Pertahanan biasanya akan dipegang oleh putera-puteri Raja Abdul Aziz Ibn Saud. Jabatan ini sangat penting karena berhubungan dengan negara-negara Barat. Selain itu, jabatan ini juga sangat menentukan masa depan kontrak persenjataan yang nilainya menyentuh angka milyaran dolar.

Pangeran Nayef dilahirkan di Taif pada 1933. Pendidikan formal pertama didapatkan di “Sekolah Pangeran” yang berada di bawah tanggungjawab ulama senior (pemimpin agama Kerajaan Arab Saudi). Di sekolah ini, Pangeran Nayef banyak mendalami perihal politik, diplomasi, hingga keagamaan.

Jabatan Pangeran Nayef di bidang pemerintahan di Kerajaan Arab Saudi dimulai pada 1953 ketika diangkat sebagai Gubernur Riyadh. Setahun kemudian, beliau dipromosikan menjadi Wakil Menteri Dalam Negeri. Pada 1970, Raja Faisal mempromosikan Pangeran Nayef sebagai Menteri Dalam Negeri. Kini, beliau menjabat sebagai Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi.

Tunggul Tauladan/16/10-2011

Sumber Foto: http://en.wikipedia.org/


Share

Form Komentar


« Index