English Version | Bahasa Indonesia

Raja Jigme Khesar Namgyal Wangchuck Menikah dengan Ashi Jetsun Pema

14 Oktober 2011 15:07



Raja Jigme Khesar Namgyal Wangchuck dan Ratu Ashi Jetsun Pema

Raja Bhutan, Jigme Khesar Namgyal Wangchuck (31) melangsungkan pernikahan dengan Ashi Jetsun Pema (21). Pernikahan pasangan yang terpaut umur 10 tahun ini dihelat di Punkaha Dzong, ibu kota kuno Bhutan, Punakha. Pasangan “Raja Naga”, sebutan untuk Raja Bhutan, dan Ashi Jetsun Pema menikah pada Kamis, 13 Oktober 2011 melalui prosesi adat tradisional Kerajaan Bhutan.

Punkaha Dzong adalah tempat perhelatan upacara pernikahan yang sekaligus sebagai tempat penobatan Raja Jigme Khesar Namgyal Wangchuck pada 1 November 2008 silam, setelah sebelumnya diangkat sebagai Raja Bhutan pada 14 Desember 2006. Raja yang lahir pada 21 Februari 1980 tersebut tercatat sebagai raja termuda di dunia.

Mempelai wanita, Ashi Jetsun Pema adalah seorang mahasiswa Regents College di London dan sekaligus putri seorang pilot penerbangan komersil yang bukan berasal dari golongan bangsawan. Pasangan ini telah dikenal oleh rakyat karena Raja Jigme Khesar Namgyal Wangchuck sering mengajak tunangannya tersebut keliling ke desa-desa untuk berjumpa dengan rakyat. 

Dalam pernikahan ini, Raja Jigme Khesar Namgyal Wangchuck mengenakan mahkota berhias bulu burung gagak dan merak. Sedangkan sang permaisuri, mengenakan pakaian adat Bhutan bernama Kiras yang terbuat dari kain sutera yang didominasi warna oranye, kuning, dan merah. Sama seperti Raja Jigme Khesar Namgyal Wangchuck, Ratu Ashi Jetsun Pema juga mengenakan mahkota berhias sutera.

Beberapa tahapan dalam ritual pernikahan adat Kerajaan Bhutan harus dilalui oleh pasangan ini. Pada awal prosesi upacara, Raja Jigme Khesar Namgyal Wangchuck bersama ayahnya, Raja Jigme Singye Wangchuck memasuki sebuah ruang yang dikeramatkan. Ruangan ini berisi jenazah pendiri Kerajaan Bhutan dari abad ke-17. Di tempat ini, Raja Jigme Khesar Namgyal Wangchuck menerima beberapa aksesori (regalia) suci sebagai simbol kearifan dan kelanggengan dalam membina rumah tangga. Usai menerima aksesori dari ruang keramat, Raja Jigme Khesar Namgyal Wangchuck dan Ashi Jetsun Pema melangsungkan upacara pemurnian dan duduk berhadapan untuk melalui prosesi pemberkatan dalam tradisi agama Budha.

Pernikahan yang dihelat dalam tradisi agama Budha ini juga melibatkan beberapa pendeta Buddha. Kaum pendeta ini memakai topeng khusus yang hanya dipergunakan untuk menyambut upacara pernikahan Kerajaan Bhutan.    

Usai melangsungkan acara di Punkaha Dzong, Raja Khesar Namgyal Wangchuck dan Ratu Ashi Jetsun Pema menyapa dan bertemu rakyatnya. Menurut rencana, Raja lulusan Oxfort University ini akan mengadakan perayaan di ibukota Kerajaan Bhutan, Thimpu dan daerah pedesaan sekitar.

Rakyat Bhutan sangat antusias menyambut pernikahan agung ini. Berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum prosesi pernikahan digelar. Sambutan rakyat diwujudkan melalui pemasangan poster-poster di ibukota Bhutan, Thimpu yang berjarak sekitar 3 jam berkendaraan dengan mobil menuju tempat upacara di Punkaha Dzong. Bahkan anak-anak Bhutan juga menyambut pernikahan ini dengan cara membuat puisi untuk menghormati Raja dan Ratu mereka. Dalam puisi tersebut, anak-anak ini mengibaratkan Raja dan Ratu mereka dengan sebutan  “pahlawan jelita”, “bunga teratai”, dan “sang rembulan” ,

Bhutan adalah sebuah negara berbentuk kerajaan yang terletak di lereng Gunung Himalaya, diapit oleh dua negara, Republik Rakyat Cina dan India. Negara Bhutan dikenal juga sebagai “Negeri Naga Guntur”. Nama lokal untuk menyebut negara ini adalah “Druk Yul” yang artinya "Negara Naga". Gambar naga menjadi simbol kuat yang dikenal di negara ini, hingga ditempatkan pada bendera negara Bhutan.

Tunggul Tauladan/06/10-2011

Sumber Foto: http://id.berita.yahoo.com


Share

Form Komentar


« Index