English Version | Bahasa Indonesia

Batu Kerajaan di Situ Sanghyang

12 Oktober 2011 10:19




Hasbini (53) pada (6/10) menemukan sebongkah batu di kebun miliknya yang terletak di Kampung Nangklong, Desa Linggaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, sekitar 5 Km dari obyek wisata Situ Sanghyang. Batu berdiameter sekitar 1,5 meter tersebut ditemukan ketika Hasbini sedang menggali tanah di kebun.

Pada permukaan batu terdapat gambar seperti peta dan tulisan menyerupai angka 0,1, dan 5. Selain batu berdiameter sekitar 1,5 meter, Hasbini juga menemukan batu-batu lain di sekitar tempat tersebut. Batu-batu yang ditemukan berukuran lebih kecil dan memiliki motif bergaris-garis seperti gambar perbukitan di sekitar tempat tersebut.

Temuan ini kemudian dilaporkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya serta Balai Arkeologi Bandung. Warga berharap bahwa temuan ini dapat mengungkap sejarah kerajaan-kerajaan di sekitar Tasikmalaya serta keberadaan Situ Sanghyang karena lokasi temuan berada tak jauh dari lokasi obyek wisata Situ Sanghyang yang terletak di dua desa, yaitu Desa Cibalanarik dan Desa Cilolohan.

Sementara itu, menurut Alfian, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya pada (11/10), penemuan batu tersebut perlu diuji kebenarannya untuk menentukan asal dan usia batu. Tim yang nantinya akan menguji dan melakukan penelitian berasal dari Balai Arkeologi Bandung. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya hingga saat ini telah mengumpulkan bukti dengan cara memfoto batu tersebut. Hasil foto telah diserahkan kepada Balai Arkeologi Bandung agar ditindaklanjuti.

Temuan ini diharapkan dapat membuka tabir tentang peradaban masa lalu di Tasikmalaya, khususnya seputar kerajaan. Berdasarkan temuan-temuan sebelumnya, apabila di sebuah tempat ditemukan peninggalan arkeologis, maka di sekitar tempat tersebut kemungkinan besar juga terdapat benda-benda arkeologis lain yang bisa menjadi petunjuk untuk membuka sejarah masa lalu. Oleh karena itu, demi keamanan benda arkeologis ini, masyarakat sekitar menjaga keaslian batu tersebut dengan cara membuat pagar bambu.  

Sesuai dengan tradisi lisan yang beredar di kalangan masyarakat, di lokasi penemuan batu tersebut pada zaman dahulu terdapat dua kerajaan, yaitu Kerajaan Galuh Sanghyang dan Kerajaan Saung Getong. Namun, letak pusat kerajaan dan fakta sejarah seputar keberadaan kedua kerajaan tersebut hingga kini belum diketahui. Penemuan ini diharapkan dapat menguak keberadaan kerajaan-kerajaan tersebut.

Tunggul Tauladan/04/10-2011

Sumber Foto: http://hurahura.wordpress.com


Share

Form Komentar


« Index