English Version | Bahasa Indonesia

Raja Tengku Putri Anis Kunjungi BKPBM

04 Oktober 2011 16:38



Kunjungan Raja Tengku Putri Anis
dan rombongan Pertubuhan Kerabat Dinasti Al Kamel Nusantara
di Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu

Yogyakarta, KerajaanNusantara.com - Raja Tengku Putri Anis yang merupakan Keturunan Ketujuh Puteri Saadong bersama dengan Pertubuhan  Kerabat Dinasti Al Kamel Nusantara pada (04/10) berkunjung ke Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM). Kunjungan ini bertajuk “Silaturahmi ke Jawa”.

Sekitar pukul 10.30 WIB, rombongan tiba di BKPBM yang terletak di Jalan Gambiran 85A, Yogyakarta. Tampak dalam rombongan, antara lain Moh. Najib bin Badruddin yang merupakan Kerabat Dinasti Al Kamel Nusantara dan Dato Annas bin Khatib Jaafar dari University of Malaya.

Dato Cendekia Hikmatullah Mahyudin Al Mudra SH., MM selaku Pemangku BKPBM menyambut hangat kedatangan rombongan ini. Selain Mahyudin Al Mudra, tampak menyambut adalah Dr. Arif Arif Mundayat selaku Konsultan BKPBM, Yuhastina Sinaro MA., serta para staf BKPBM lainnya.

Dalam kata sambutannya, Mahyudin Al Mudra menggarisbawahi tentang makna saudara serumpun, yaitu Melayu yang pada dasarnya merupakan satu kesatuan tak terpisahkan. Beliau juga memaparkan tentang kiprah BKPBM sebagai sebuah lembaga yang bekerja untuk mendata, menggali, menginventarisasi, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan Melayu.

Kiprah tersebut, menurut Bang Mam, demikian beliau akrab disapa, semata-mata ditujukan sebagai upaya untuk mengembangkan dan melestarikan kebudayaan Melayu. Tujuan tersebut sangat sesuai mengingat saat ini telah terjadi degradasi nilai kemelayuan, khususnya di kalangan anak muda.

Menyambung sambutan Mahyudin Al Mudra, Aris Arif Mudayat selaku Konsultan BKPBM menggarisbawahi pentingnya sebuah gerakan kebudayaan (cultural movement). Hal ini sangat penting dan relevan untuk diterapkan mengingat gerakan kebudayaan dipandang sebagai cara yang ampuh untuk mempersatukan berbagai orang Melayu yang kini telah tercerai berai akibat pertikaian politik dan kolonisasi masa silam.

Gerakan kebudayaaan sebagaimana disampaikan oleh Bang Mam dan Aris Arif Mundayat tampaknya akan lebih bernilai guna jika digabungkan dengan dukungan ekonomi yang kuat, demikian disampaikan oleh Dato Anas bin Khatib Jaafar. Hal ini sangat tepat karena gerakan kebudayaan juga memerlukan unsur lain, yaitu ekonomi sebagai “bahan bakar” dalam upayanya mempersatukan dan memperkasa puak-puak Melayu di seluruh dunia.

Di akhir acara ramah-tamah ini, Mahyudin Al Mudra memberikan cinderahati berupa buku-buku bertema Melayu, yaitu: Rumah Melayu: Memangku Adat Menjemput Zaman, Redefinisi Melayu: Upaya Menjembatani Perbedaan Konsep Kemelayuan Bangsa Serumpun, dan Tunjuk Ajar Melayu. Sebagai balasan, Moh. Najib bin Badruddin memberikan cinderahati berupa Tanjak Kelantan kepada Mahyudin Al Mudra dan Gasing Kelantan kepada Aris Arif Mundayat. Sedangkan Yuhastina Sinaro menerima cinderahati berupa Gasing Kelantan dari Raja Tengku Putri Anis.

Tunggul Tauladan/01/10-2011

Sumber Foto: Koleksi www.kerajaannusantara.com (fotografer: Indra Jati Prasetiyo)   


Share

Form Komentar


« Index