English Version | Bahasa Indonesia

Kerajaan Sekar, Perintis Penyebaran Islam di Bumi Cendrawasih

02 April 2011 12:56



Al Quran tua di Fak-Fak sebagai bukti keberadaan Islam di Papua

Keberadaan Kerajaan Sekar Fak Fak menjadi salah satu bukti keberagaman adat dan budaya di Bumi Cenderawasih, Papua. Di masa lampau, Kerajaan Muslim ini terkenal sebagai penyebar Islam di Papua. "Kami ini bagian dari peradapan Papua yang telah mengikuti perkembangan zaman sejak ratusan tahun lalu," kata Putri Raja Al Alam Ugar Pik-Pik Sekar, Hj. Dr. Rustuty Rumagesan.

Menurut beliau, sejak 700 tahun lalu Kerajaan Sekar dan kerajaan lainnya telah berdiri serta tersohor sebagai penyebar agama Islam yang memiliki aturan tegas dalam berbagai hal, termasuk berpakaian, tambahnya. Ditambahkan pula meskipun mereka berbeda dengan kerajaan lain di Papua -- karena memiliki keyakinan yang lain dan berpakaian tertutup – tetapi tetap bisa hidup tentram dan saling menghargai sesama. "Hal itu, membuktikan kalau bangsa Papua bangsa yang beragam dan saling menghargai," kata perempuan berkerudung ini.

Hj. Dr. Rustuty Rumagesan menjelaskan bahwa saat ini keraton kerajaan mereka sudah tidak ada lagi bentuknya karena dibom pada masa penjajahan Jepang. Namun berbagai peninggalan kerajaan masih ditemui di daerah tersebut mulai dari tempat pendidikan dan tentunya masjid.

Menurut Rustuty, di Kabupaten Fak-Fak terdapat sembilan kerajaan yang semuanya menyiarkan agama Islam. Oleh karena itu 90 persen warga Fak Fak memeluk agama Islam. Mereka merupakan bagian dari masyarakat adat asli Papua tetapi karena sang ayanda, raja yang waktu itu berjuang membebaskan kemerdekaan Irian Barat dari penjajah dibuang ke Sulawesi akhirnya menikahi perempuan dari Kesultanan Gowa. Percampuran tersebut membuat sebagian keturunan kerajaan di Fak-Fak berbeda dengan kebanyak orang Papua. (Siwi Tri Puji B)

Sumber: http://www.republika.co.id/


Share

Form Komentar


« Index