English Version | Bahasa Indonesia

Seni Dan budaya Istana

Tari Ganjar Ganjur (Tari Ganjur)

Merupakan tarian yang digelar dalam acara-acara di Kedaton Kutai Kartanegara, seperti acara Erau, upacara adat penabalan Sultan, penabalan Sultan yang baru, pernikahan putra-putri Sultan, dan penyambutan tamu. Tari Ganjar Ganjur merupakan akulturasi kebudayaan Kutai-Jawa yang berbaur sejak berinteraksinya Kerajaan Kutai Kartanegara dengan Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Maharaja Sultan (1370–1420 M). Lewat interaksi tersebut, kebudayaan dari Kerajaan Majapahit masuk dan berbaur dengan kebudayaan Kutai. Salah satu hasil akulturasi kebudayaan tersebut adalah Tari Ganjur.

Sisi akulturasi kebudayaan pada pementasan Tari Ganjar Ganjur terlihat pada instrument alat musik yang digunakan. Tari Ganjar Ganjur ditarikan dengan iringan instrument gamelan yang terdiri dari demung, saron, bonang, gender, dan kendang yang sama persis dengan instrument gamelan di Jawa. 

Tari Ganjar Ganjur ditarikan oleh kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara. Penari Ganjur berjumlah empat orang, dua pria dan dua wanita. Penari pria disebut “Beganjar”, sedangkan penari wanita disebut “Beganjur”. Penari pria mengenakan kostum yang disebut “Miskat” untuk bagian atas (baju) dan “Dodot” untuk bagian bawah (celana”. Sedangkan untuk penari wanita mengenakan kostum yang dinamakan “ta’wo” untuk bagian atas (baju) dan “Tapik” untuk bagian bawah. Ketika menari, masing-masing penari membawa aksesoris tari. Bagi pria membawa gada dan bagi wanita membawa kipas.

Sumber:

  • Suara Merdeka, Rabu 14 Mei 2003, tersedia di http://www.suaramerdeka.com/, diakses pada tanggal 14 April 2011.
  • “Tari Ganjar Ganjur”, tersedia di http://www.kutaikartanegarakab.go.id/, diakses pada tanggal 14 April 2011.

Tari Topeng Kemindu

Tari Topeng Kemindu atau juga biasa disebut sebagai Tari Topeng Kutai merupakan tarian khas dari Kesultanan Kutai Kartanegara. Penari dalam Tari Topeng Kemindu mengenakan topeng kayu dalam pementasannya. Para penari Tari Topeng Kemindu hanya berasal dari kalangan bangsawan Kesultanan Kutai Kartanegara. Namun pada perkembangan sekarang, Sultan Haji Aji Muhammad Salehuddin II menyatakan bahwa Tari Topeng Kemindu bisa ditarikan oleh kalangan di luar bangsawan. Sikap ini merupakan salah satu cara untuk mempopulerkan sekaligus melestarikan seni tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara.

Dilihat dari jenis tarian, cara menarikan, dan perangkat pengiring, Tari Topeng Kemindu memiliki hubungan dengan tari topeng di Jawa. Kemiripan gaya ini diyakini didapatkan ketika terjadi hubungan antara Kesultanan Kutai Kartanegara dengan Kerajaan Majapahit ketika Kesultanan Kutai Kartanegara diperintah oleh Maharaja Sultan (1370–1420 M). Kemiripan tersebut tampak pada kemiripan cerita yang dibawakan dalam Tari Topeng Kemindu maupun Tari Topeng Jawa, kostum penari, gerak penari, dan alat musik yang sama-sama menggunakan instrument gamelan.

Tari Topeng Kemindu dimainkan di hadapan Sultan dan para tamu agung Kesultanan Kutai Kartanegara. Dalam tradisi di Kesultanan Kutai Kartanegara, Tari Topeng Kemindu tampil pada acara-acara seperti Upacara Seluang Mudik, Upacara Erau, penobatan Sultan, acara perkawinan, upacara kelahiran kaum bangsawan, dan acara penyambutan tamu Kesultanan Kutai Kartanegara.

 

Dibaca : 2220 kali
« Kembali ke Seni dan Budaya Istana

Share

Form Komentar

ganda sinurat 22 September 2012 15:46

Wwwwoooooowwww