English Version | Bahasa Indonesia

Regalia

Kalung Uncal

Kalung Uncal merupakan regalia yang wajib dipakai oleh seorang ketika ditabalkan menjadi Sultan Kutai Kartanegara. Menurut penelitian sejarah, simbol kekuasaan Sultan Kutai Kartanegara ini mempunyai kembaran di India, sehingga diperkirakan terdapat hubungan antara Kerajaan Kutai dengan kerajaan di India.

Salah satu indikasi adanya pengaruh India adalah penyebutan nama Kalung Uncal. Di India Kalung Uncal disebut dalam bahasa India Kalung “Unchele”. Kemiripan penyebutan ditengarai sebagai salah satu fakta logis bahwa Kalung Uncal yang ada di India memiliki kesamaan dengan Kalung Uncal yang terdapat di Kesultanan Kutai Kartanegara.

Hal ini dikuatkan oleh pernyataan dari salah satu duta besar India yang berkunjung ke Tenggarong pada tahun 1954. Menurut duta besar ini, Kalung Uncal yang ada di Tenggarong dengan Kalung “Unchele” memiliki kesamaan bentuk, rupa, dan ukuran. Dari kesamaan tersebut maka kemungkinan Kalung Uncal di Tenggarong ini dibawa oleh keturunan Raja-raja India ke Kutai Kartanegara. Kemungkinan kuat, Kalung Uncal di Kutai ini dibawa oleh Raja Mulawarman Nala Dewa, Raja Kutai atau keturunan sebelumnya ke wilayah Kutai.   

Pada awalnya Kalung Uncal dimiliki oleh Kerajaan Kutai. Namun setelah terjadi peperangan pada awal abad ke-17 antara Kerajaan Kutai dan Kerajaan Kutai Kartanegara meletus, Kalung Uncal berpindah ke Kerajaan Kutai Kartanegara sebagai pemenang perang. Kala itu Kerajaan Kutai Kartanegara dipimpin oleh Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa ing Martadipura (1605–1635 M). 

Kalung Uncal kini menjadi milik Kesultanan Kutai Kartanegara dan merupakan warisan (peninggalan) sejarah dan budaya. Oleh karena besarnya nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam Kalung Uncal tersebut, maka regalia ini kini disimpan di Museum Mulawarwan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kalung Uncal terbuat dari emas 18 karat, memiliki berat 170 gram, dan berhiaskan ukiran (relief) penggalan cerita Ramayana. Usia kalung ini diperkirakan lebih tua dibandingkan dengan Ketopong (Mahkota Sultan Kutai Kartanegara).

Dibaca : 1866 kali
« Kembali ke Koleksi

Share

Form Komentar