English Version | Bahasa Indonesia

Tapak Tilas Opu Daeng Menambon

07 Februari 2011 15:17


Mempawah, KerajaanNusantara.comRibuan masyarakat tumpah-ruah di Kuala Mempawah untuk ambil bagian dalam acara Robo-robo. Tak hanya masyarakat dari Mempawah saja yang berduyun-duyun datang ke Kuala Mempawah, melainkan masyarakat dari berbagai tempat di Kalimantan Barat juga banyak yang berdatangan, salah satunya dari Pontianak. Acara Robo-robo merupakan agenda tahunan yang rutin digelar pada setiap hari Rabu terakhir di bulan Safar. Untuk tahun ini, perayaan acara jatuh pada hari Rabu, 2 Februari 2011. 

Robo-robo merupakan acara tahunan yang digelar oleh Kerajaan Mempawah yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pontianak. Tujuan diadakannya Robo-robo pada dasarnya sebagai upaya pengingat (tapak tilas) perjalanan dan kedatangan Opu Daeng Menambon dari Kerajaan Matan di Ketapang ke Kerajaan Mempawah.


Prosesi Makan Saprahan di Istana Amantubillah

Prosesi Robo-robo dimulai dengan Makan Saprahan di Istana Amantubillah. Usai makan, rombongan Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa berangkat dengan naik mobil dari dari Istana Amantubillah menuju ke Desa Beteng. Di lokasi ini telah disediakan Kapal Lancang Kuning yang akan menyusuri laut menuju Kuala Mempawah. Di sisi lain, para pengawal yang terdiri dari Laskar Kerajaan Mempawah naik kapal penyambut dari Istana Amantubillah dengan menyusuri Sungai Mempawah dan menyambut rombongan Raja Mempawah di Kuala Mempawah.


Gambar Kiri: Kapal Penyambut dan Gambar Kanan: Kapal Raja Mempawah

Ketika kedua kapal saling bertemu di Kuala Mempawah, dimulailah prosesi Robo-robo, yaitu mengkumandangkan adzan, lalu disusul dengan prosesi Buang-buang. Rombongan Raja Mempawah dan Laskar Kerajaan Mempawah kemudian berlayar menuju ke Pelabuhan Kuala Mempawah. Sedangkan ratusan masyakat dengan antusias mengiringi di belakang kapal Raja Mempawah.


Prosesi Adzan dan Buang-buang

Sesampainya di Pelabuhan Kuala Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa disambut oleh ribuan masyarakat yang berebut untuk menjabat tangan beliau. Di pelabuhan ini pula diadakan acara penyambutan bagi Raja Mempawah beserta rombongan. Tampak hadir dalam acara ini, antara lain: Perwakilan Gubernur Kalimantan Barat, Asisten I Drs. Sumarno; Bupati Pontianak, Drs. H. Ria Noorsan MM. MH.; Raja Muda Kesultanan Banjar yang sekaligus menjabat sebagai Bupati Martapura, Pangeran Khairul Saleh; Anggota DPRD Ketapang yang sekaligus bertindak sebagai Pemimpin Majelis Raja Kesultanan Mantan, Pangeran Ratu Kertanegara Ir. H. Gusti Kamboja MH.; Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara, Adji Muhammad Arifin gelar Adji Pangeran Adipati Prabu Anum Surya Adiningrat; Raja Gowa Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Patimataranna Gowa; utusan dari Kerajaan Bone dan Luwu; Pemangku Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, Mahyudin Al Mudra, SH. MM.; Muspida; serta Danlanal. 

Beragam tarian dipentaskan sebagai penyemarak acara. Beragam etnis dengan masing-masing kebudayaan menampilkan potensi budayanya. Mulai tarian dari etnis Dayak, Melayu, hingga Tionghoa. Misalnya: Kesenian Tundang dari Sanggar Pusaka Kecamatan Segendong, Tarian Sekapur Sirih, Tari dari Sanggar Rampayo Kecamatan Anjungan, dan penampilan lagu dari Firmansyah dan Meri Rosmita, Juara I Putra-Putri Festival Lagu-Lagu Raja Mempawah se-Kalbar 2011 dengan judul "Bedaulat Tuanku" dan "Bangswan Mude".


Kesenian dari Beberapa Etnis di Kalimantan Barat

Masih di sekitar pelabuhan, acara Robo-robo yang digelar setiap tahun ini juga menjadi sarana rejeki rejeki bagi masyarakat. Pedagang dengan leluasa menjajakan barang dagangan dengan cara mendirikan lapak dadakan. Sedangkan untuk menghidupkan suasana, panita menampilkan beragam kesenian dan perlombaan selama sebulan penuh. Dimulai sejak 2 minggu sebelum dan sesudah acara Robo-robo digelar.

Di akhir acara, para hadirin dipersilakan untuk menikmati hidangan Makan Saprahan di pelabuhan. Usai acara Makan Saprahan, digelar perlombaan perahu naga dan berebut bebek yang masing-masing bebek ditandai dengan doorprize senilai Rp 50.000,00        

(Tunggul Tauladan/03/01-2011)

Foto: Aam Ito Tistomo dan Fajar Kliwon


Dibaca : 3329 kali
« Beranda kerajaan

Share

Form Komentar