English Version | Bahasa Indonesia

Gelar "Pangeran Nata Waskita" untuk Mahyudin Al Mudra

07 Februari 2011 15:26


Mahyudin Al Mudra SH. MM. menerima gelar "Pangeran Nata Waskita"

Pemangku Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) yang sekaligus Pemimpin redaksi www.melayuonline.com dan www.kerajaannusantara.com, Mahyudin Al Mudra, SH.MM, Rabu (2/2-2011) malam, dianugerahi gelar adat kebangsawanan yaitu Darjah Yang Maha Utama Sri Amantubillah, dengan menyandang gelar “Pangeran Nata Waskita” dari Keraton Amantubillah oleh Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa, Dr. Ir. Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, M.Sc. Penganugerahan gelar Pangeran ini bagi Mahyudin, adalah semacam “kenaikan pangkat” tertinggi, karena dua tahun sebelumnya, Mahyudin pernah memperoleh Darjah Kebesaran Kerajaan Amantubillah, "Yang Mulia Seri Setia Amantubillah” dengan menyandang Gelar “Dato' Sri Astana".

Sebelum penganugerahan gelar adat, sehari sebelum puncak Peringatan Robo-Robo di Kuala Mempawah, Mahyudin Al Mudra, SH.MM terlebih dahulu diwajibkan mengikuti ritual “upacara Toana”. Melalui ritual Toana itu, Mahyudin Al Mudra, SH.MM bersama empat orang penerima gelar lainnya, kemudian dikukuhkan oleh Pangeran Ratu Mulawangsa dengan disaksikan para Raja dan bangsawan nusantara, Muspida Kabupaten Pontianak dan tamu undangan lainnya.

Dalam ritual Toana tersebut, Mahyudin diwajibkan memakan berbagai jenis penganan tradisi yang sudah disiapkan, di antaranya telur ayam kampung, nasi pulut empat warna (pulut merah, putih, kuning dan hitam), ikan betok, pisang raja dan pisang berangan, air kelapa, dan mengunyah sirih. Setelah itu, Mahyudin dan empat orang penerima anugerah lainnya secara bergantian menghadap Raja untuk menerima gelar adat kebangsawanan yang ditandai secara simbolik dengan menyentuhkan badik di bahu para penerima gelar.

Acara penganugerahan gelar adat ini merupakan salah satu rangkaian prosesi tahunan Perayaan Robo-Robo yang digelar dalam rangka mengenang napak tilas kedatangan Opu Daeng Menambon (Raja Mempawah pertama) ke Mempawah yang diselenggarakan setiap hari Rabu terakhir di bulan Syafar. Dalam peringatan Robo-robo tahun ini, Darjah Pangeran diberikan kepada lima orang tokoh masyarakat, yaitu: Mahyudin Al Mudra, SH.MM (Pangeran Nata Waskita), H. Rahmad Satria, SH.MH, Ketua DPRD Kab Pontianak (Pangeran Nata Laksana), Andi Kumala Ijo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Patimataranna, dari Kerajaan Gowa (Pangeran Nata Jaya), Andi Bau Mancingen Teba (Pangeran Setia Negara), dan Andi Mulyadi SH (Pangeran Mas Surya Negara)



Beberapa Tahapan dalam Ritual Toana

Hadir pada cara penganugerahan malam itu, permaisuri Pangeran Ratu Mulawangsa, yakni Sinuhun Ratu Kencanawangsa, Dr. Ir. Arini Mariam, M.Sc, keluarga besar Kerajaan Mempawah dan pejabat Pemkab. Pontianak, para raja nusantara maupun raja dari negara tetangga serta tokoh masyarakat setempat.

Acara penganugerahan gelar pada malam itu juga dimeriahkan dengan peluncuran website resmi kerajaan Mempawah yaitu www.kerajaanmempawah.com. Situs ini memuat berbagai hal tentang sejarah berdirinya Kerajaan Mempawah.


Dibaca : 1839 kali
« Beranda kerajaan

Share

Form Komentar