English Version | Bahasa Indonesia

Sultan Cirebon Lantik Pengurus IKB Ciayumajakuning Riau

January 15, 2011 13:15




Pekanbaru, Riau - Tetabuhan gamelan modern yang berkombinasi dengan gitar dan suling terdengar khas memenuhi pelataran hingga aula Gedung Juang, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Minggu (9/1). Puluhan lukisan kaca wayang pun berjejer di sana. Begitupun hidangan masakan khas, mulai dari  Empal Gentong, Sego Jamblang, Nasi Lengko, Tahu Gejrot, Ketoprak ramai diserbu masyarakat yang sejak pagi memadati arena itu.

Sementara itu, ratusan orang berbatik Cirebon bermotif "Mega Mendung" sibuk berseliweran. Mereka menantikan kedatangan Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat yang akan membuka kegiatan tersebut. Pertunjukan Tari Topeng khas Cirebon mengawali dibukanya acara yang bersemarak itu.

Minggu pagi itu merupakan hari istimewa bagi masyarakat perantau di Provinsi Riau yang berasal dari Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning). Kedatangan Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon itu untuk melantik pengurus Ikatan Keluarga Besar (IKB) Ciayumajakuning Provinsi Riau. Wadah silaturhami yang dibentuk sejak Oktober 2010 ini menjadi ajang berkumpulnya warga dari kabupaten kota yang terletak di bagian paling timur Provinsi Jawa Barat, atau dulu, disebut Karesidenan Cirebon.

Selain masyarakat keempat kabupaten kota itu, hadir juga beberapa tamu khusus lainnya. Di antaranya Karo Kesra Pemprov Riau, Alimudin, mewakili Gubri. Sejumlah  jajaran pengurus partai. Dan beberapa bakal calon yang siap maju dalam Pemilukada 2011 juga hadir. Seperti Syamsuar, bakal calon bupati Kabupaten Siak. Septina Primawati Rusli, istri Gubernur Riau, yang siap menjadi kandidat dalam Pemilukada Pekanbaru.

"Saya takjub dan surprise, ternyata masyarakat Cirebon di sini sangat banyak. Tidak hanya duduk di pemerintahan, atau di kantor kedinasan vertikal. Banyak juga warga Cirebon yang menjadi dosen, aparat TNI-Polri, pengusaha rotan, para profesional di perusahaan swasta. Bahkan kabarnya ada 400  kepala keluarga yang berjualan gorengan tempe di sini. Coba Ibu Septina lihat, ini bukti mereka memilih Riau sebagai ladang matapencehariannya," ujar Arief Natadiningrat, dalam sambutanya dihadapan ratusan yang hadir. Arief  mengharapkan agar warga Ciayumajakuning ikut membantu kemajuan Riau umumnya.  "Cintai daerah ini seperi kampung halaman sendiri," ujar Arief.

Pengurus IKB Ciamajakuning Riau mencatat terdapat sekitar 15 ribu kepala keluarga (KK) asal Ciamajakuning yang tinggal di Provinsi Riau. Sekitar 25 persennya merupakan warga Kota Pekanbaru. Mereka berasal dari berbagai jenis profesi. Di antaranya, ada sejumlah nama pejabat yang cukup beken. Seperti  Direktur Reserse Kriminal (Direskrim) Polda Riau, Kombes Pol Kenedy. Kapolres Kampar, AKBP, Muttaqien. Kejaksaan Tinggi Riau, Jaksa Penyidik, Surma. Team Manager PGPA, PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) Minas, CPI Suyanto dan Iwanto, dosen FMIPA Universitas Riau

"Di mana bumi dipijak di sana langit dijinjing. Wong Cirebon aja kelalen karo sejarah Sunan Gunung Jati. Tapi tetap teruslah membangun Provinsi Riau ini, jadilah warga yang baik di sini. Mengedepankan moral dan agama, seperti amanah Sunan Gunung Jati," ujar Pimpinan Cirebon yang ke-19, di bawah kepemimpinan Sultan Sunan Gunung Jati itu. 

Ketua IKB Ciayumajakuning, Iwanto, menegaskan hadirnya IKB Ciayumajakuning sebagai ajang mempererat persaudaraan. "Terbentuknya paguyuban ini justru akan membantu pembangunan Riau. Kita akan berkolaborasi membangun Riau," ujar Iwan yang merupakan alumnus doktor bidang nano technology lulusan Inggris.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubri menyambut baik  terbentuknya IKB Ciayumajakuning di tengah masyarakat Riau. "Terimakasih sudah ikut membangun Riau umumnya. Semoga IKB Ciayumajakuning terus eksis bersama-sama membangun Riau," ujar  Karo Kesra Pemprov Riau, Alimuddin membacakan sambutan Gubri.

Bagi Markum (80), lelaki tua yang merantau di Pekanbaru sejak 1960-an itu, Bumi Lancang Kuning punya daya tarik yang membuat ia dan keluarganya betah di Pekanbaru. "Saya sudah merantau di Kalimantan dan Sulawesi. Tapi aneh, yang saya sukai hanya Pekanbaru. Kemana-mana, larinya ke sini lagi. Sampai beranak cucu di sini semua," ujar Markum, pengusaha rotan yang menjajakan kerajinan rotan di sepanjang Jalan Yos Sudarso Rumbai itu. (Naning Nurtriana)

Sumber Berita: http://www.tribunnewspekanbaru.com
Sumber Foto: http://m.mediaindonesia.com


Share

Comment Form


« Index