English Version | Bahasa Indonesia

Regalia (Simbol Pemegang Kekuasaan)

1.      Perhiasan Tunggal

Perhiasan Tunggal adalah Regalia Kesultanan Brunei Darussalam yang terdiri dari: Payung Diraja, Tombak Tunggal, Kaskul, Perisai Tunggal, dan Pedang Tunggal

·          Payung Diraja

Payung Diraja dipakai oleh Sultan Brunei Darussalam ketika menghadiri upacara-upacara resmi di Kesultanan Brunei Darussalam. Payung ini berwarna kuning dengan penutup emas di puncaknya, serta berhias rumbai-rumbai dari manik-manik emas.

Payung Diraja melambangkan kehormatan, kedamaian, ketenangan, dan keadilan. Ketika dipakai dalam sebuah upacara, Payung Diraja dibawa oleh Pangiran Peranakan (seorang keturunan bangsawan).   

·          Tombak Tunggal

Regalia berbentuk tombak ini berwarna emas, berhiaskan rumbai dari wol dan dibawa oleh Pangiran Peranakan.  

·          Kaskul

Kotak untuk menyimpan sirih atau buah pinang yang dibungkus dengan kain emas (Jong Sarat) atau kain sutra berwarna kuning yang bertabur benang emas. Kaskul dibawa oleh seseorang yang disebut Jawatan Pehin Dalam ketika Sultan Brunei Darussalam yang mengendarai kereta kuda tiba di Lapau dalam upacara Istiadat Berpuspa (Upacara Penobatan)

·          Perisai Tunggal

Perisai Tunggal adalah perangkat regalia Kesultanan Brunei Darussalam berbentuk perisai yang berornamen ayat-ayat Al-Qur’an. Perisai Tunggal dibawa oleh Pangiran Peranakan.

·          Pedang Tunggal

Pedang Tunggal adalah pedang yang memiliki gagang dan sarung terbuat dari emas. Baik Perisai Tunggal maupun Pedang Tunggal dibawa oleh Pangiran Peranakan ketika mendampingi Sultan Brunei Darussalam dalam setiap upacara di Kesultanan Brunei Darussalam.

2.      Dian Tunggal

Merupakan sebuah lilin berukuran besar dan berwarna oranye, yang dipergunakan untuk upacara di Kesultanan Brunei Darussalam. Dian Tunggal dipakai atau dibawa dalam rombongan Sultan Brunei Darussalam dan keluarga Sultan, baik dalam perjalanan menuju tempat upacara maupun selama mengikuti upacara, seperti Istiadat Berbedak Diraja atau Istiadat Bersanding Diraja (Upacara Pernikahan Kesultanan Brunei Darussalam), baik pada waktu siang maupun malam hari.    

3.      Dian Majlis

Merupakan lilin untuk upacara tertentu di Kesultanan Brunei Darussalam. Lilin ini diletakkan di depan orang tertentu yang menghadiri sebuah upacara. Ukuran dan berat lilin bervariasi sesuai dengan pangkat dan gelar dari orang yang menghadiri upacara

4.      Dian Empat

Empat buah lilin yang digunakan untuk upacara tertentu, misalnya Istiadat Berpuspa (Upacara Penobatan Sultan Brunei Darussalam), Istiadat Bersanding Diraja (Upacara Pernikahan Kesultanan Brunei Darussalam), Istiadat Berkhatan Diraja (Upacara Khitan Keluarga Kesultanan Brunei Darussalam), dan Istiadat Bertindik (Upacara Menindik Telinga), serta upacara-upacara lain yang berkaitan erat dengan Sultan dan keluarga Kesultanan Brunei.

5.      Dian Enam Belas

Lilin berjumlah 16 yang digunakan untuk mendampingi Sultan Brunei Darussalam selama mengikuti Upacara Istiadat Bersiram (Upacara Mandi) yang dilakukan sebelum Putera Mahkota dinobatkan sebagai Sultan Brunei Darussalam dalam Upacara Istiadat Berpuspa (Upacara Penobatan Sultan Brunei Darussalam). Dian Enam Belas juga dipergunakan untuk mendampingi pengantin Kesultanan Brunei Darussalam selama upacara Istiadat Berbedak, Istiadat Bennai, dan Istiadat Bersanding atau istiadat Mengantar Tanda Pertunangan  

6.      Kiap

Merupakan perlengkapan upacara di Kesultanan Brunei Darussalam, berbentuk mirip kipas dan dibuat sepasang. Permukaan Kiap bertuliskan ayat-ayat Al Qur’an yang dibuat dengan benang emas. Dalam sebuah upacara pernikahan, Kiap dibawa oleh dua Pehawai yang berfungsi sebagai penghias kedua pengantin, terutama pada prosesi upacara Istiadat Persandingan Diraja.  

7.      Pasigupan Emas

Merupakan alat untuk merokok yang terbuat dari emas atau sejenisnya. Terdapat dua jenis Pasigupan Emas yang dibawa oleh dua orang putera dari cheteria selama upacara Istiadat Berpuspa (Upacara Penobatan Sultan Brunei Darussalam) atau selama upacara istiadat Persandingan Diraja (Upacara Pernikahan)

8.      Kasur Namat

Kasur dan Namat adalah 2 regalia yang dijadikan satu dalam penyebutannya. Kasur adalah bantalan atau alas duduk (kasur kecil) yang terbuat dari kain dengan penutup berwarna kuning. Kasur dipergunakan sebagai penutup tempat duduk Sultan atau keluarga Kesultanan Brunei Darussalam selama mengikuti beberapa upacara, seperti: Istiadat Persandingan Diraja (Upacara Pernikahan), Istiadat Berkhatan Diraja (Upacara Khitan). Namun, Kasur kini tidak lagi dipergunakan dan hanya dijadikan sebagai koleksi dan ditempatkan di tempat tertentu. Sedangkan Namat adalah tikar yang ditutupi dengan sutera berwarna kuning bersulam benang emas dengan motif “Ayer Mulih”.

9.      Sesandangan

Sesandangan adalah selempang dari kain berwarna kuniing yang dipakai di bahu.

10.  Sinipit dan Taming

Sinipit dan Taming merupakan tanda kebesaran Kesultanan Brunei Darussalam. Sinipit adalah tombak yang dipakai untuk memasang Bendera Pisang-Pisang berwarna merah di ujungnya, sedangkan Taming adalah semacam perisai. Sinipit dipegang dengan tangan kanan, sedangkan Taming di tangan kiri. Kedua benda ini dibawa oleh 40 orang yang berasal dari Sakai dengan menggunakan busana berwarna merah, penutup kepala (disebut Dastar), serta celana panjang dengan garis-garis berwarna kuning. Para pembawa Sinipit dan Taming ini berfungsi sebagai pengiring Sultan, Pangiran Muda Mahkota, dan Wazir selama prosesi upacara berlangsung.

11.  Tikar

Merupakan salah satu regalia Kesultanan Brunei Darussalam yang dipergunakan untuk alas duduk Sultan, Raja Isteri, Pengiran Isteri atau selir Sultan, Begawan sultan, Suri Seri Begawan Raja, Pangiran Muda Mahkota beserta istri, Wazir, anak-anak Sultan dan Wazir, sementara orang-orang kebanyakan duduk di lantai. Tikar terbuat dari daun pandan dan memliki lebar 65 cm. Ditutup dengan kain sutera di mana pada pinggiran kain dihias dengan bordir. 

12.  Bintang Petian

Fungsi Bintang Petian mirip dengan Tikar, yaitu sebagai alas duduk orang-orang tertentu, termasuk di dalamnya semua orang yang mendapat gelar Pangiran yang berdarah bangsawan. Bintang Petian terbuat dari bahan kayu terbaik dan diukir dengan motif khusus.

Read : 741 time(s)
« Collection

Share

Comment Form

Iskandar Muda May 26, 2012 01:58

Setelah membaca semua tulisan tentang Kesultanan Brunei Darussalam, saya ingin sekali melihat foto-foto istananya, kelurga sultan, dan sejumlah koleksi perabot istananya